Obat Kanker Payudara

Pengobatan Berbagai Jenis Penyakit Kanker Termasuk Kanker Payudara Tanpa Harus Kemoterapi
 

+menu-

Efek Samping Radioterapi (Terapi Radiasi) Bagi Penderita Kanker

Salah satu cara medis untuk menangani Kanker adalah dengan Radioterapi atau terapi radiasi. Metode pengobatan Kanker yang satu ini cukup populer. Walaupun begitu, ternyata metode pengobatan ini tetap memiliki efek samping yang bisa ditimbulkan.

Efek Samping Radioterapi (Terapi Radiasi) Bagi Penderita Kanker

Metode lewat Radioterapi ini memakai energi Pengion (x-ray, zat radioaktif), di samping juga pembedahan dan obat. Tujuan dari pengobatan ini bisa dibagi dua, yaitu sebagai tujuan kuratif untuk penyembuhan, atau tujuan paliatif untuk memperbaiki kualitas hidup penderita.

Saat penggunaan terapi pengobatan Kanker ini, dibagi kedalam 3 cara yang berbeda.

  • Pertama, yaitu radiasi eksternal. Cara ini dilakukan dengan menempatkan sumber radiasi sedikit lebih jauh dengan tumor yang ditargetkan, umumnya sekitar 30-100 cm.
  • Kedua, adalah Brakhiterapi. Yang merupakan rumber radiasi didekatkan pada target tumor (bisa menempel), dimasukkan kedalam rongga tubuh kemudian ditanam di bagian dalam tubuh.
  • Ketiga, adalah Radiasi Internal. Pada tahap ini, menggunakan zar radiofarmaka dengan disuntik atau diminum sendiri oleh pasien.

Walaupun dikatakan jika Radioterapi termasuk populer, tapi tetap memiliki efek samping pada penderitanya. Beberapa diantaranya mengeluhkan kulit kemerahan, timbul helembung, mengalami ulkuas, dan efek lanjutan lainnya seperti pengerutan jaringan hingga pendarahan.

Di negara berkembang, kebutuhan akan Radioterapi bisa mencapai 70-80% dari total pasien kanker (IAEA, 2005). Namun, menurut dokter di Indonesia layanan yang tersedia di negara kita baru menjangkau 10-15% saja

Adapun beberapa Efek Samping Radioterapi (Terapi Radiasi) Bagi Penderita Kanker, diantaranya :

  • Jika dilakukan di bagian Kepala dan Leher, biasanya efek samping yang dirasakan tidak lain adalah kondisi mulut kering, air liur yang mengental, saulit menelan dan sakit tenggorokan, perubahan rasa pada makanan yang dikonsumsi, sariawan, kerusakan gigi, dan mual.
  • Pada bagian dada, terapi radiasi dapat menyebabkan efek samping batuk, napas pendek, dan kesulitan menelan.
  • Di bagian perut, efek samping yang terjadi biasanya mual, muntah, dan diare.
  • Pada bagian panggul, efek samping yang bisa terjadi berupa iritasi kandung kemih, sering buang air kecil, diare, dan disfungsi seksual sebagai efek dari terapi radiasi yang dilakukan di sekitar panggul.
  • Resiko yang umum dikeluhkan setelah terapi radiasi, antara lain kerontokan pada rambut, iritasi kulit di lokasi terapi, dan rasa lelah.

Efek tersebut biasanya berkurang beberapa hari atau minggu setelah pengobatan selesai. walaupun cukup jarang terjadi, Radioterapi juga memiliki kemungkinan dampak jangka panjang. Misalnya pengobatan pada bagian kelamin atau panggul berisiko menyebabkan kemandulan yang permanen.

Baca lainnya :

This entry was posted in Artikel Kesehatan. Bookmark the permalink.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *