Obat Kanker Payudara

Pengobatan Berbagai Jenis Penyakit Kanker Termasuk Kanker Payudara Tanpa Harus Kemoterapi
 

+menu-

Sejarah Dari Kemoterapi Dan Efek Sampingnya

Siapa yang tidak tau tentang metode pengobatan yang satu ini. Kemoterapi, lebih banyak digunakan pada mereka yang menjalani pengobatan tersebut dikarenakan penyakit berbahaya yang diidapnya, tidak lain adalah kanker.

Sejarah Dari Kemoterapi Dan Efek Sampingnya

Seperti yang Anda tau bahwa kanker, termasuk penyakit yang ganas. Berbahaya jika tidak segera mendapat pertolongan dari awal, karena kebanyakan penderita kanker di dunia berujung kematian. Namun, masih ada beberapa diantaranya yang ternyata sembuh, entah dengan pengobatan seperti Kemoterapi atau mengganti pola hidup dengan sebaik-baiknya. Lalu, bagaimana awal mula dari kemunculan “Kemoterapi” atau yang dikenal sebagai metode pengobatan kanker tersebut? Ini dia selengkapnya.

Metode pengobatan Kemoterapi yang dilakukan terhadap penderita kanker, diawali pada tahun 1940. Ketika itu dunia sedang dilanda Perang Dunia ke II. Pada saat itu, jenis senjata perang ang digunakan adalah senjata kimia yakni dengan menggunakan gas mustard. Suatu ketika, tanpa sengaja gas mustard tersebut diledakkan oleh sekelompok orang.

Orang-orang yang terkena dampak dari ledakan gas tersebut setelah melakukan pemeriksaan ternyata hasilnya sel darah putih (yang membangun sistem imun) dari mereka mengalami penurunan drastis. Dari kejadian itulah, kemudian pada dokter berkesimpulan bahwa untuk membunuh sel-sel kanker yang semula dilakukan dengan menyuruh pasien menghirup gas melalui sistem pernapasan, diganti dengan memberikan pengobatan melalui pembuluh darah. Hasilnya cukup efektif, karena pasien kanker mengalami banyak kemajuan. Penelitian tentang pengobatan kanker dengan memasukkan obat-obatan ke dalam pembuluh darah terus dikembangkan, sehingga kita kenal sistem pengobatan yang saat ini dinamakan kemoterapi.

Metode pengobatan Kemoterapi juga merupakan pengobatan sistemik yang bekerja pada seluruh bagian tubuh dengan cara melenyapkan sel-sel kanker yang berkembang dengan cepat. Kemoterapi bisa dilakukan sebelum pembedahan maupun sebelum radiasi dengan maksud untuk memperkecil ukuran tumor. Bisa juga dilakukan setelah proses pembedahan dan radiasi dengan maksud untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh. Adapun kelemahan dari Kemoterapi, daya kerjanya tidak hanya efektif dalam menghambat dan membunuh sel-sel kanker, tapi juga berpengaruh negatif terhadap sel-sel normal. Sehingga pengobatan kemoterapi, selalu diiringi dengan efek samping yang berpengaruh negatif terhadap kesehatan tubuh.

Alasan inilah yang mengharuskan Kemoterapi dilakukan untuk pengobatan kanker, diantaranya :

Kemoterapi paliatif, adalah jenis Kemoterapi yang dilakukan untuk melenyapkan, mengendalikan tumor dan meringankan derita yang dirasakan oleh pasien penderita kanker seperti rasa sakit dan lainnya.
Kemoterapi adjuvant, merupakan jenis Kemoterapi yang dilakukan untuk mencegah munculnya kembali sel-sel kanker pasca dilakukannya operasi atau terapi radiasi.

Nah, seperti yang saya beritaukan sebelumnya, bahwa Kemoterapi memiliki efek samping. Dalam hal ini mungkin bisa dikategorikan sebagai efek samping yang merugikan kesehatan. Diantara efek samping yang terjadi, adalah :

  • Rambut mengalami kerontokan.
  • Pasien mual dan muntah.
  • Mengalami diare dan konstipasi.
  • Alergi.
  • Masalah kulit.
  • Anemia.
  • Kelelahan.
  • Infeksi.
  • Pendarahan.
  • Sariawan dan sakit tenggorokan.

Nah, itu dia selengkapnya mengenai sejarah dari Kemoterapi dan efek samping dari metode pengobatan tersebut. Semoga dapat bermanfaat ya untuk Anda. Salam!

Sejarah Dari Kemoterapi Dan Efek Sampingnya |

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *